Rabu, 11 Februari 2015

iman kepada para nabi dan rasul- rasul allah swt



IMAN KEPADA PARA NABI DAN RASUL-RASUL
1. Beriman Kepada Rasul-Rasul
Pengertian beriman kepada Rasul-Rasul adalah : meyakini secara pasti bahwa Allah SWT Mempunyai rasul-rasul, mereka sengaja dipilih Allah SWT untuk menyampaikan risalahnya. Kita wajib beriman kepada semua Rasul baik yang disebutkan namanya atau yang tidak disebutkan, dan setiap Rasul yang datang pasti membawa berita tentang kedatangan Rasul setelahnya dan Rasul yang dating sesudahnya membenarkan rasul-rasul sebelumnya. Firman Allah SWT : 
“Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah SWT dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami Hanya tunduk patuh kepada-Nya". (QS. 2 : 136)

Mukjizat ialah suatu keadaan atau kejadian luar biasa yang dimiliki para Nabi atau Rasul atas izin  Allah SWT. untuk membuktikan kebenaran kenabian dan kerasulannya, dan sebagai senjata untuk menghadapi musuh-musuh yang menentang atau tidak mau menerima ajaran yang dibawakannya.
»          Adapun tugas para nabi dan rasul adalah sebagai berikut :
1. Mengajarkan aqidah tauhid, yaitu menanamkan keyakinan kepada umat manusia
2. Mengajarkan kepada umat manusia bagaimana cara menyembah atau beribadah kepada Allah
    SWT.
3. Menjelaskan hukum-hukum dan batasan-batasan bagi umatnya, mana hal-hal yang dilarang
    Dan mana yang harus di kerjakan menurut perintah Allh SWT
4. Memberikan contoh kepada umatnya bagaimana cara menghiasi diri dengan sifat-sifat yang
    utama seperti berkata benar, dapat dipercaya, menepati janji, sopan kepada sesama, santun
    kepada yang lemah dan sebagainya
5. Menyampaikan kepada umatnya tentang berita-berita gaib sesuai dengan ketentuan yang
    digariskan Allah SWT.
6. Memberikan kabar gembira bagi siapa saja di antara umatnya yang patuh dan taat kepada
    perintah Allah SWT dan Rasulnya.

B. SIFAT  RASUL-RASUL ALLAH SWT

Rasul sebagai utusan Allah SWT.Memiliki sifat-sifat yang melekat pada dirinya.Sifat-sifat tersebut adalah:
1.Sifat Wajib
2.Sifat Mustahil
3.Sifat Jaiz
1.Sifat Wajib
Sifat wajib artinya sifat yang pasti ada pada Rasul.Tidak bisa disebut seorang Rasul jika tidak memiliki sifat-sifat ini.Sifat wajib ini ada 4 yaitu:
a.      AS-Siddiq
Yaitu Rasul selalu benar.Apa yang dikatakan nabi Ibrahim AS.kepada bapaknya adalah perkataan yang benar.
      b.Al-Amanah                                                                                                                                                                                                                                                      Yaitu  Rasul selalu dapat dipercaya.Disaat kaum nabi Nuh AS.Mendustakan apa yang dibawa oleh nabi Nuh AS.Lalu  Alaah SWT menegaskan bahwa Nuh AS,adalah orabg yang terpercaya (amanah).
c.At-Tablig
Yaitu Rasul selalu menyampaikan wahyu.Tidak ada satupun ayat yang disembunyikan Nabi Muhammad SAW dan tidaak disampaikan kepada umatnya.
d.Al-Fatanah
Yaitu Rasul memiliki kecerdasan yang tinggi.Ketika terjadi perselesihan antara kelompok kabilah di Mekah.Setiap kelompok memaksakan kahendak untuk melekatkan Al-Hajar Al-Aswad (batu hitam) atas  kabah.
  Rasjid , Sulaiman H . 2006 . fiqhi islam. jakarta : sinar baru algensindo .

C. sifat-sifat mustahil terhadap rasulluloh
Yang dimaksud sifat mustahil bagi rasul adalah sifat-sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh para rasul. Sifat-sifat mustahil bagi rasul ada empat macam, yaitu Kidzib, Khiyaanah, Kitmaan dan Balaadah yang akan dijelaskan sebagai berikut :

A. KIDZIB
Kidzib artinya adalah dusta. Semua Rasul adalah manusia-manusia yang dipilih oleh Allah SWT sebagai utusan-Nya. Mereka selalu memperoleh bimbingan dari Allah SWT sehngga terhindar dari sifat-sifat tercela. Setiap rasul benar ucapannya dan benar pula perbuatannya. Sifat dusta hanya dimiliki oleh manusia yang ingin mementingkan dirinya sendiri, sedangkan rasul mementingkan umatnya.
Allah SWT berfirman :
مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى
“Hatinya tidak mendustakan apa yang dilihatnya.” (An-Najm : 11)
Di ayat yang lain Allah SWT berfirman :
وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيْلِ . لاَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِيْنِ . ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِيْنَ
“Dan sekiranya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atau (nama) Kami, pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian Kami potong pembuluh jantungnya.” (Al-Haqqah : 44-46)
B. KHIYAANAH
Khiyaanah artinya adalah berkhianat atau curang. Tidak mungkin seorang rasul berkhianat atau ingkar janji terhadap tugas-tugas yang diberikan Allah SWT kepadanya. Orang yang khianat terhadap kepercayaan yang telah diberikan kepadanya adalah termasuk orang yang munafik, rasul tidak mungkin menjadi seorang yang munafik.
Sepanjang sejarah belum pernah ada seorang rasul yang khianat kepada umatnya. Demikian pula terdahap amanat yang telah diterima dari Allah SWT. Ketika Rasulullah SAW menunaikan Haji Wada’, beliau berpidato di Padang Arafah seraya berkata :
أَيُّهَا النَّاسُ ! فَلاَ تَرْجِعُنَّ بَعْدِيْ كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ أَلاَ لِيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ . فَلَعَلَّ بَعْضَ مَنْ يُبَلِّغُهُ أَنْ يَكُوْنَ أَوْعَى لَهُ مِنْ بَعْضِ مَنْ سَمِعَهُ . أَلاَ بَلَّغْتُ ؟ اَللَّهُمَّ اشْهَدْ ! أَيُّهَا النَّاسُ ! إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ , وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ , كُلُّكُمْ مِنْ آدَمِ وَآدَمَ مِنْ تُرَابٍ , إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ , لَيْسَ لِعَرَبِيٍّ فَضْلٌ عَلىَ عَجَمِيٍٍّ إِلاَّ بِالتَّقْوَى . أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ ؟ اَللَّهُمَّ اشْهَدْ ! فَلْيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ مِنْكُمُ الْغَائِبَ
“Hai manusia, janganlah engkau kembali menjadi kafir sesudahku sehingga yang satu golongan memerangi golongan yang lain. Ingatlah ! Yang hadir hendaklah menyampaikan kepada yang tidak hadir. Barangkali orang yang menerima pesan lebih pandai memelihara (pesan) daripada orang yang mendengarkannya secara langsung. Bukankah telah kusampaikan? Ya Allah, saksikanlah !
Hai manusia, sesungguhnya Tuhanmu adalah satu dan bahwasanya orang tuamu satu. Kamu semua dari Adam, sedangkan Adam itu dari tanah. Bahwasanya yang semulia-mulia orang di sisi Allah ialah yang paling taqwa di antara kamu. Tidak ada kelebihan orang Arab atas orang bukan Arab melainkan dengan taqwa kepada-Nya. Bukankah telah kusampaikan? Ya Allah, saksikanlah ! Yang hadir hendaknya menyampaikan (pesan ini) kepada yang tidak hadir.
C. KITMAAN
Kitmaan artinya adalah menyembunyikan. Semua ajaran yang disampaikan oleh para rasul kepada umatnya tidak ada yang pernah disembunyikan. Jangankan yang mudah dikerjakan dan difahami dengan akal fikiran, yang sulit pun akan disampaikan olehnya seperti peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Tugas rasul di dunia ini adalah menyampaikan wahyu Allah SWT kepada umat manusia sebagai pedoman hidup. Semua rasul bersifat tabligh atau menyampaikan wahyu dan mustahil bersifat kimaan atau menyembunyikan wahyu yang diamanatkan kepada dirinya. Dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab, para rasul melaksanakan tugas-tugasnya walaupun harus menanggung segala resiko yang akan terjadi. Contohnya, Nabi Ibrahim AS mendapat resiko dari Raja Namrud dan rakyatnya sehingga beliau dibakar. Nabi Musa AS bersama kaumnya (Bani Israil) bersusah payah menyelamatkan diri dari kejaran tentara Raja Fir’aun sehingga nyaris tertangkap olehnya. Nabi Muhammad SAW berlumuran darah saat dilempari batu oleh penduduk Thaif dan nyaris terbunuh saat akan hijrah ke Madinah. Kesemuanya itu merupakan resiko yang harus dihadapi para rasul dalam melaksanakan tugas sucinya.
Allah SWT berfirman :
إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوْحَى إِلَيَّ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْأَعْمَى وَالْبَصِيْرُ أَفَلاَ تَتَفَكَّرُوْنَ
“Aku tidak mengikuti kecuali yang diwahyukan kepadaku, katakanlah apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Maka apakah kamu tidak memikirkannya.” (Al-An’am : 50)
D. BALAADAH
Balaadah artinya adalah bodoh. Seorang rasul mempunyai tugas yang berat. Rasul tidak mungkin seorang yang bodoh. Jika rasul bodoh, maka ia tidak akan dapat mengemban amanat dari Allah SWT. Jadi, mustahil rasul memiliki sifat bodoh.
Allah SWT berfirman :
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَ أَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِيْنَ
“Jadilah engkau pemaaf dan serulah orang yang mengerjakan ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Al-A’rof : 199)
SIFAT JAIZ BAGI RASUL
Sifat jaiz adalah semua sifat kemanusiaan yang ada pada diri rasul sebagai seorang manusia dan tidak mengurangi kedudukannya sebagai utusan Allah SWT. Sifat jaiz tersebut ada pada diri rasul dan juga ada pada diri manusia biasa. Sifat tersebut antara lain adalah seperti rasa lapar, haus, sakit, tidur, sedih, senang, berkeluarga dan lain sebagainya. Bahkan seorang rasul tetap meninggal dunia karena mereka adalah seorang manusia yang diciptakan oleh Allah SWT.
Allah SWT berfirman :
مَا هَذَآ إِلاَّ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يَأْكُلُ مِمَّا تَأْكُلُوْنَ مِنْهُ وَ يَشْرَبُ مِمَّا تَشْرَبُوْنَ
“(orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan seperti apa yang kamu makan dan ia minum seperti apa yang kamu minum.” (Al-Mu’minun : 33)
Di ayat yang lain Allah SWT berfirman :
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ إِلاَّ أَنَّهُمْ لَيَأْكُلُوْنَ الطَّعَامَ وَ يَمْشُوْنَ فِى الأَسْوَاقِ
“Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelum kamu melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar.” (Al-Furqon : 20)


Sifat jaiz bagi rasul adalah sifat kemanusiaan,yaitu Al-Ardul basyariah,artinya rasul memiliki sifat-sifat sebagaimana manusia biasa seperti rasa lapar,haus,sakit,tidur,sedih,senang berkeluarga dan lain sebagainya.Selain tersebut diatas rasul juga memiliki sifat-sifat yang tidak terdapat pada selain rasul yaitu.
1.Ishenaturrasul,orang yang ma’shum terlindung daribdosa dan salah dalam kemampuan pemahaman agama,ketaatan.dan menyampaikan wahyu Allah SWT.
2.Iltizamurrasul,adalah orang orang yang selalu komitmen dengan apapun yang mereka ajarkan.


E.Tugas-tugas Rasul Allah swt.
     Rasul diutus oleh Allah swt. dengan mengemba tugas-tugas yang sangat mulia. Adapun tugas-tugas rasul adalah sebagai berikut.
  • Rasul membimbing umatnya menuju jalan yang benar agar mendapat kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
  • Semua rasul menyampaikan ajaran tauhid, yakni mengesakan Allah SWT. Adapun peraturan agama (syariat) yang dibawa mereka berbeda-beda sesuai dengan situasi dan kondisi umatnya saat itu.
  • Kehadiran rasul untuk membawa kebenaran, kabar gembira, dan memberi peringatan kepada umatnya agar mereka menjadi umat yang beriman kepada Allah SWT. Dengan demikian, mereka akan hidup bahagia, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Baca dan pahamilah firman Allah SWT berikut ini!

Artiya :
Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (Q.S. Al-An'am: 48)

Artinya :
Sungguh, Kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan. (Q.S. Fatir: 24)

 F . hikmah beriman kepada rasul allah swt

1.     HikmahBerimanKepadaRasul Allah DalamKehidupanSehari-hari :

A.    Bertambahimankepada Allah S.W.Tdenganmengetahuibahwarasulitubenar-benarmanusiapilihan-Nya .
B.     Mau mengamalkanapa yang di sampaikanpararasul .
C.     Beryukurkepada Allah SWT atassegalanikmat yang diberikan .
D.    Mempercayaitugas-tugas yang dibawanyauntukdisampaikankepadaumatnya.
E.     Lebihmencintai ,menghormati, mengagungkanrasulatasperjuangannyadalammeyampaikan agama Allah SWT kepadaumatnya .
F.      Akan selamatdiduniadandiakhiratdenganbimbingan  yang di berikanrasul .
G.    Memperolehteladan yang baikuntukmenjalanihidup .

Sumber:(13hif.blogspot.com/2012/01/hikmah-beriman-kepada-rasul-allah_13.html?m=1).

Firman Allah SWT dalam Q.S AL-AHZAB/33:21  yangartinya:
“Sungguh, telahadapada (diri) rasullullahitusuriteladan yang baikbagi mu (yaitu) bagi orang yang mengharap

Sumber:(kisahimuslim.blogspot.com/2014/08/pengertian-dan-hikmah-beriman-kepada.html?m=1)

2.     BerimanKepadaRasul Allah  MempunyaiHikmah Yang  SangatPentingBagiKehidupan Kita:

A.    Mendapatrahmat Allah
B.     Sebagaiperantaramengenal Allah dengansegalasifatkesempurnaan-Nya.
C.     Mengajarkankepadamanusia agar dalamhidupdapatselamatdansejahterabaikdiduniamaupundiakhirat.
D.    Memberikanpetunjukdansuriteladansehinggaakanmudahditerapkandalamkehidupansehari-hari.
E.     Memberibimbingankepadamanusia agar menjadimanusia yang bertaqwakepada Allah SWT.
F.      Kita dapatmembedakan yang benardan yang salah(buruk).

3.     FungsiBerimanKepadaRasul:

A.    Allah SWT mahapengasihdanmahapenyayang, tidakmembiarkanumatmanusiatersesathidupnya.
B.     Padasetiapumatpastiadarasulsebagaiteladanhidupyang  harusdiikutiajarannyadanditeladanijejaknya, yang membawaketentramandankesejahteraanpengikutnya.
C.     Mempercayaikebenaranajaran yang dibawapararasulsebagaipedomanhidup yang dapatdipertanggungjawabkan.

4.     BeberapaFirman Allah TentangHikmahBerimanKepadaRasul Allah

A.   Firman Allah dalam Q.S Ali-Imran: 164:

“Sungguh Allah telahmemberikankaruniakepada orang-orang yang berimanketika Allah mengutusdiantaramerekaseorangRasuldarigolonganmerekasendiri, yang membacakankepadamerekaayat-ayat Allah, membersihka(jiwa) mereka, danmengajarkankepadamereka Al-Kitabdan Al-Hikmah. Dan sesungguhnyasebelum(kedatanganNabi) itu, merekaadalahbenar-benardankesesatan yang nyata.

B.   Firman Allah dalam Q.S Al-Baqarah: 285

“Semuanyaberimankepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya(merekamengatakan, kami tidakmembeda-bedakanantaraseorang pun dengan yang lain darirasul-rasul-Nya.

Sumber:http://haryosongosongo.blogspot.com/2012/01/iman-pada-rosul-allah.html?m=1

1 komentar:

  1. The King Casino is the place to have your fun.
    The King Casino is a luxurious 가입시 꽁 머니 환전 resort located hauntedprisonmalta.com off The King Street, a 바카라 양빵 3-minute walk from the Rio All-Suite bwin Casino and 3 minutes 블랙 잭 룰

    BalasHapus